Dia ...

Seseorang yang mempunyai kemampuan besar untuk berkomunikasi dan melaksanakan ide-ide serta menyingkirkan penghalang terbesar dengan tenang disertai usaha yang terus-menerus untuk Indonesia.... dia Gusti Kanjeng Ratu Hemas...

Kamis, 16 Januari 2014

Dunia Penuh Warna - 1

Saat bertemu Sekar di ruang kerjanya di Nusantara 3, Gedung DPR, Jakarta, GKR Hemas baru saja mendarat dari Yogyakarta. Meski begitu, tak tampak sedikit pun kelelahan di wajahnya. Dengan gayanya yang ceria dan penuh semangat, GKR Hemas bercerita tentang warna-warni kehidupannya.

Sekar: Bagaimana kabarnya, Ibu?
GKR Hemas: Baik sekali. Ini saya baru datang dari Yogyakarta. Jalanan padat sekali. Waktu tempuh dari bandara ke kantor jadi lebih lama dibanding dari Yogyakarta ke Jakarta.

Sekarang bolak-balik Yogyakarta – Jakarta terus, ya, Bu?
Iya, tepatnya sejak saya menjadi anggota DPD tahun 2004. Ini sudah merupakan tanggung jawab saya dan merupakan bagian dari konsekuensi. Saya punya kewajiban di Yogyakarta dan punya kewajiban di Jakarta.

Sebenarnya apa yang mendorong Ibu terjun ke dunia politik?
Saya melihat setiap kegiatan pada dasarnya bersinggungan dengan kebijakan politik. Mulai dari persoalan perempuan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Saya juga merasa prihatin karena melihat anggaran pendidikan dan kesehatan sangat dibatasi. Karena itu, saya pikir, kenapa saya tidak mencoba masuk ke politik, untuk mencari tahu dan melihat secara langsung proses pembentukan kebijakan, serta mengawal kepentingan daerah di dalam setiap kebijakan yang dibuat oleh pusat.

Menurut Ibu, apakah sebaiknya wanita juga aktif berpolitik?
Iya, dong. Tapi, yang perlu dibangun lebih dulu adalah kesadarannya. Saat ini dunia politik kesannya kejam, jahat, buruk, keras, dan lain-lain. Pokoknya negatif banget, deh. Akhirnya banyak yang tidak tertarik. Padahal kondisinya bisa jadi berbeda kalau banyak perempuan yang masuk ke dalam dan berperan di situ. Kita pun bisa memperjuangkan hak-hak kita sebagai perempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar