Dia ...

Seseorang yang mempunyai kemampuan besar untuk berkomunikasi dan melaksanakan ide-ide serta menyingkirkan penghalang terbesar dengan tenang disertai usaha yang terus-menerus untuk Indonesia.... dia Gusti Kanjeng Ratu Hemas...

Kamis, 16 Januari 2014

Dunia Penuh Warna - 5

Kelakuan seperti apa maksudnya?
Salah satunya soal terjun payung. Jadi saya sudah latihan terjun selama hampir empat bulan. Pas besoknya mau terjun, saya minta izin sama Ibu. Dia langsung nangis-nangis, tidak memperbolehkan saya terjun.

Kenapa terjun payung?
Suka saja. (Tertawa) Dulu saya juga suka balap liar, lho.

Ibu balap liar?
Iya, salah satu teman saya adalah Bapak Haryono Isman. Kami pernah balapan dari Bandung sampai Jakarta lewat Puncak. Kalau sekarang saya lihat kondisi jalanannya, saya suka bergidik sendiri. Seram sekali, ya, ternyata. (Tertawa)

Wah, ternyata Ibu tomboi juga.
Iya, dulu saya memang agak tomboi. Tidak suka dandan dan tidak suka memerhatikan penampilan. Itu juga sebabnya ibu sempat memasukkan saya ke kursus modeling sebelum menikah. Tujuannya supaya saya bisa lebih luwes. (Tertawa)

Setelah menikah, apakah diminta berubah oleh suami?
Oh, tidak. Beliau baik sekali. Tidak pernah menuntut apa-apa. Saya yang kemudian sadar sendiri untuk menyesuaikan diri dengan keadaan keraton dan itu tidak susah. Prinsip saya, kalau sudah niat hidup dengan seseorang, sudah cinta, kita harus ikut dunia dia. Dia, toh, juga harus ikut dunia kita.

Apa contoh kesulitan yang Ibu rasakan dalam menyesuaikan diri?
Misalnya soal bahasa. Saya baru bisa bahasa Jawa Keraton halus itu setelah dua tahun menikah. Sebelumnya kalau ada tamu saya sering ngumpet di kamar. Soalnya tidak bisa ngomong. Selain itu, saya juga sempat merasa kesepian. Bayangkan, saya kan anak dari Jakarta yang pindah ke daerah. Tidak punya teman. Akhirnya setelah anak kedua lahir, saya mulai aktif di Yayasan Sayap Ibu yang baru buka di Yogya. Sempat juga lho saya diisukan macam-macam karena pulang malam. Namanya anak-anak kadang sakit tidak kenal waktu. Kalau ada yang sakit tengah malam, saya yang suka jemput dan antar ke rumah sakit. Lalu ada orang yang lihat saya menyetir malam-malam dan menuduh macam-macam. Tapi, saya sendiri tidak menanggapi karena memang tidak melakukan apa pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar