Dia ...

Seseorang yang mempunyai kemampuan besar untuk berkomunikasi dan melaksanakan ide-ide serta menyingkirkan penghalang terbesar dengan tenang disertai usaha yang terus-menerus untuk Indonesia.... dia Gusti Kanjeng Ratu Hemas...

Kamis, 16 Januari 2014

Dunia Penuh Warna - 3

Bagaimana kehidupan anak-anak di luar negeri?
Biasa saja. Yang pasti, kami tidak mengirimkan banyak uang. Secukupnya saja untuk biaya kuliah dan biaya hidup. Kalau mau bersenang-senang, mereka harus mencari uang sendiri. Makanya, anak-anak biasanya kuliah sambil bekerja di sana, misalnya menjadi pelayan restoran.

Memiliki lima anak yang semuanya perempuan pasti seru.
Wah, anak-anak saya banyolan semua. Kalau ngumpul, isinya pasti ketawa terus. Selain itu, anak-anak juga mirip saya, agak tomboi. Semua tidak suka berdandan, kecuali yang nomor tiga, agak lumayan. Mereka jarang sekali pakai bedak, cuma cuci muka. (Tertawa) Ini tadi pagi saya berangkat dari Yogyakarta dengan anak nomor empat. Tahu-tahu dia ngomong sama saya, “Bu, saya, kan, belum mandi.” Ya ampun! (Tertawa)

Ada kegiatan yang sering dilakukan bersama?
Mereka semua hobi makan dan nonton. Jadi, suka makan dan nonton
bareng. Saat ini, kelima putri saya juga sedang merintis bisnis spa tradisional. Ini usaha mereka sendiri, saya dan Bapak tidak ikut-ikutan.

Bagaimana cara Ibu menjaga keharmonisan di antara anak-anak?
Saya selalu mengingatkan mereka untuk selalu saling toleransi, menghargai, dan menghormati. Itu saja yang penting.

Kalau menjaga keharmonisan dengan Bapak?
Karena memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, saya dan Bapak tidak setiap hari bertemu. Saya di Jakarta, Bapak di Yogyakarta. Saya selalu mengusahakan untuk pulang ke Yogyakarta setiap Jumat malam atau Sabtu pagi dan kemudian kembali lagi ke Jakarta Senin pagi. Praktis ini sudah kami lakukan sejak tahun 2004.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar